Interior desain dari hati

Image & words by : Framed

Berkesempatan bertemu dan berbincang dengan Laurence Howell merupakan sebuah pengalaman yang seru. Selain ramah, pria berkebangsaan Australia ini ternyata tak segan berbagi cerita untuk JAX saat kami temui saat shooting interview untuk FRAMED beberapa saat yang lalu.

 

Mengawali karirnya dengan menggeluti bisnis furnitur untuk rumah dan perkantoran, ternyata passion-nya di bidang interior desain telah melekat sejak ia melanjutkan studinya di Singapura pada tahun 1994. Hingga akhir studinya, ia  mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan beberapa teman dan memutuskan untuk membuka sebuah usaha yang bergerak di bidang konsultasi design interior di Singapura yang diberi nama Indez.

 

Ketika ditanya mengenai awal karir, Laurence menjelaskan bahwa ia telah menetap di Singapura selama lebih dari 20 tahun dan menjabat sebagai Design Director untuk Indez Design Consultant dimana ia mengerjakan proyek internasional baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain.

b

Ia mengukir prestasinya melalui penghargaan dari Scarlet Hotel, REEL Bioskop di Dubai dan banyak rumah-rumah mewah yang telah ia desain. “Saya sangat menyukai pekerjaan saya, dan menurut saya itu bukan pekerjaan, tetapi hobi,” ujarnya sambil tersenyum.

 

Hobinya yang kini telah menjadi karir itu, ia rintis dengan tekun. Asia pun telah menjadi sasarannya sejak dulu. Ia senantiasa mencari tahu dan terus berusaha menemukan bahan yang paling bagus yang bisa menunjang hasil karyanya karena keinginannya yang paling besar adalah memberikan kepuasan kepada konsumen serta klien-kliennya.

 

Tak hanya Singapura, Indonesia juga telah menjadi pilihannya untuk membangun sebuah bisnis. Pria yang gemar memasak ini membuat Ku Casa Interior Design yang berbasis di Jakarta. Dengan begitu banyaknya kompetitor dalam bidang yang sama, ia mengaku tidak takut akan persaingan, hasil karyanya dibuat dengan cinta, dan karenanya unik serta tidak akan ada yang dapat menyamainya.

Kekhasan karya Laurence ditandai dengan kombinasi antara bahan-bahan yang luar biasa dengan detail yang indah. Ku Casa  diluncurkan pada 2013. Galeri interior desain ini menampilkan berbagai furniture dan aksesoris rumah yang eksklusif. “Setiap bagian dirancang khusus secara individual dan diproduksi dengan standar tertinggi,” jelasnya kepada JAX.

 

Beberapa hasil karyanya antara lain adalah sebuah apartemen di The Keraton at The Plaza dan Time Place, serta beberapa klien lainnya. Laurence bertutur, “Asia telah memberikan saya sebuah peluang yang sangat besar untuk berkarya, dimana bahan-bahan yang saya cari sangat mudah untuk didapatkan, demi menghasilkan sebuah karya yang sempurna”.

 

Sibuk membangun karirnya di Indonesia dan juga Singapura tidak menyurutkannya hobinya yang lain, yaitu travelling. “Saya cenderung tidak memiliki waktu luang, karena dua bisnis yang saya jalankan membutuhkan perhatian yang besar, maka terkadang weekend saya terpakai untuk mendesain atau bertemu dengan orang. Namun saya sangat menikmatinya”.  Baginya, bekerja keras dengan hati adalah bagian dari kesuksesan, dan ia percaya bahwa semua orag bisa menjadi sukses bila melakukan segalanya dengan sungguh-sungguh.

Di sela kesibukannya, pria yang memiliki keinginan untuk bisa mahir dalam bermain surfing ini mengaku bahwa travelling merupakan salah satu hobinya, ia memiliki keterikatan khusus terhadap beberapa negara yang pernah ia kunjungi untuk berlibur. Ia menyebutkan Spanyol, Mesir, dan Yunani sebagai negara tujuan favoritnya dalam melakukan perjalanan liburan. “Ketiga negara tersebut memiliki bentuk arsitektur yang menarik dan juga peninggalan-peninggalan sejarahnya yang berusia ribuan tahun selalu membuat saya terpesona,” ungkapnya.

 

Di akhir pertemuan kami yang hangat, Laurence mengaku bahwa berkarir sebagai desainer interior merupakan jalan hidupnya. “Seni interior desain bagi saya adalah kesempatan untuk memberikan sesuatu yang saya cintai sekaligus memberi kepuasan kepada orang lain”, pungkasnya.

 

Lingkungan sekitar merupakan salah satu inspirasinya. Dari situlah ia mendapatkan ide atau inspirasi dalam membuat sebuah karya yang akan dinikmati orang banyak.”Buat saya ide itu ada dimana saja, saya bisa mendapatkan banyak inspirasi dari mana saja, saya rasa tidak hanya saya tetapi semua orang bisa melakukannya bila bersungguh-sungguh,” tambahnya di akhir perbincangan kami sore itu.

“Saya mendapatkan inspirasi dari mana saja.” -Laurence Howell

MILESTONES

. . .

laurence1

1989 - 1992

RMIT University – Bachelor of Arts in Interior Design Melbourne, Australia

 

laurence3

1992 - 1993

Nexus Design – 260 Park Street, South Melbourne

1994 - present

Director Indez Design – 14A KeongSiak Road, Singapore

 

 

1996

Indez appointed by The Coffee Bean & Tea Leaf to design stores

 

 

2005

Indez Designed the Award winning Scarlet Hotel Singapore

 

 

2008

Indezappointed by Emaar Properties Dubai to design REEL Cinemas

 

 

2008

Indezappointed by Emaar Properties Dubai to design REEL Cinemas

 

 

2013 - present

Ku Casa – Jakarta, Indonesia

 

laurence6

2015

Indez – Create the Brand Guidelines for Interiors for The Coffee Bean & Tea Leaf International New So Cal Stores concepts being rolled out 2016 onwards

 

chair